Kenali Gejala Infeksi Saluran Kencing Pada Pria dan Cara Mengobatinya

Infeksi saluran kencing (ISK) terjadi saat ada bakteri yang tumbuh dan berkembang di saluran kemih. Meski lebih sering terjadi pada wanita, infeksi saluran kencing juga bisa dialami oleh pria.

Infeksi ini bisa menyebabkan banyak masalah pada pria khususnya yang berhubungan dengan kemampuan seks dan reproduksi. Oleh karena itu semua pria diwajibkan waspada dengan infeksi saluran kemih agar kehidupannya berjalan dengan lancar khususnya mereka yang ingin segera memiliki momongan.

Tanda Gejala Infeksi Saluran Kencing Pada Pria

Secara umum, gejala infeksi saluran kemih yang dialami oleh pria terdiri dari beberapa hal di bawah ini.

  • Saat buang air kecil akan timbul rasa sakit yang sangat besar. Rasa sakit ini diikuti juga dengan sensasi panas seperti sedang terbakar.
  • Pria cenderung buang air kecil secara berlebihan atau beberapa orang menyebutnya dengan anyang-anyangan.
  • Pria tidak akan tahan kalau minum terlalu banyak. Mereka jadi terobsesi berkemih padahal kandung kemihnya belum penuh.
  • Rasa sakit yang besar di perut bagian bawah di sekitar otot di area pelvis. Rasa sakit ini muncul saat buang air kecil dan saat tidak.
  • Keluar darah meski tidak banyak pada urine.
  • Kalau infeksi sudah menyebar dan menyerang ginjal, pria akan merasakan sakit di area tulang belakang dan rasanya tidak nyaman. Rasa sakit ini terus muncul di area yang sama. Rasa sakit juga diikuti dengan perasaan tidak nyaman seperti ingin muntah dan demam.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Pria

Penyebab infeksi saluran kencing pada pria dan wanita sebenarnya tidak jauh berbeda. Beberapa bakteri yang sering menyebabkan kondisi ini antara lain Escherichia coli, Klebisella pneumoniae, dan Staphylococcus.

Pria memang lebih jarang terkena infeksi saluran kencing. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kencing pada pria, yaitu:

  • Berusia di atas 50 tahun
  • Mengalami pembesaran kelenjar prostat
  • Menderita batu ginjal
  • Menderita diabetes
  • Menggunakan kateter
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Melakukan seks anal
  • Pernah melakukan operasi saluran kemih

Selain hal tersebut, infeksi saluran kencing juga rentan terjadi pada pria yang tidak disunat dan pria yang kurang bisa menjaga kebersihan organ intimnya.

Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kencing Pada Pria

Jika Anda mengalami keluhan sulit dan nyeri berkemih, nyeri pada perut bawah, atau ada darah di urine, bahkan demam, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter.

Setelah melakukan tanya-jawab atau anamnesa, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya di daerah kemaluan dan perut bagian bawah. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pendukung, terutama pemeriksaan urin untuk mendeteksi infeksi dan gangguan lain di saluran kemih.

Jika pasien terdiagnosis menderita ISK, dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab ISK. Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Selain untuk meredakan nyeri, obat ini juga dapat menurunkan demam. Untuk membantu proses penyembuhan ISK, perbanyaklah minum air putih dan jangan menahan kencing.

Baca Juga: Obat Terbaik untuk Infeksi Kandung Kemih

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kencing Pada Pria

Jika sudah sembuh dari ISK, lakukan beberapa langkah berikut ini sebagai upaya untuk mencegah ISK terjadi kembali:

  • Selalu cukupi kebutuhan cairan setiap hari.
  • Jangan menahan buang air kecil.
  • Jaga area kemaluan tetap bersih dan kering.
  • Segera buang air kecil dan bersihkan area organ intim sebelum dan setelah berhubungan seks.
  • Hindari penggunaan sabun dan bedak yang mengandung pewangi pada area kemaluan.
  • Kenakan pakaian dalam berbahan katun dan hindari pemakaian celana ketat.

Infeksi saluran kemih pada pria dapat terjadi secara berulang bila penyebab dan faktor risikonya tidak diatasi. Untuk menghindarinya, lakukan cara-cara pencegahan di atas. Jika Anda mengalami keluhan yang mengarah ke infeksi saluran kemih, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.